Sejarah Masjid Al-Azhar: Universitas Islam Tertua di Dunia

📅 16 June 2026👤 👁 4x dibaca

Masjid Al-Azhar

Masjid Al-Azhar di Kairo, Mesir, bukan sekadar masjid biasa. Ia adalah simbol kejayaan Islam, pusat pembelajaran tertua di dunia, dan bukti keilmuan umat Islam yang telah bertahan lebih dari 1.000 tahun. Bagi wisatawan Muslim, mengunjungi Al-Azhar adalah kesempatan untuk merasakan warisan intelektual dan spiritual yang tak ternilai.

Sejarah Berdirinya

Masjid Al-Azhar didirikan pada tahun 970 M oleh Khalifah Al-Mu’izz li-Din Allah dari dinasti Fatimiyah. Nama “Al-Azhar” berarti “Yang Paling Terang” — diambil dari nama putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az-Zahra RA. Awalnya, masjid ini dibangun sebagai pusat dakwah dan pendidikan untuk mazhab Syi’ah.

Pada masa Salahuddin Al-Ayyubi (1171-1193), Al-Azhar diubah menjadi pusat pembelajaran Sunni. Keputusan ini mengubah wajah Al-Azhar menjadi lembaga pendidikan Islam yang inklusif dan moderat, yang terus berkembang hingga saat ini.

Al-Azhar sebagai Universitas

Universitas Al-Azhar adalah universitas tertua di dunia, beroperasi sejak 972 M. Beberapa fakta menarik:

  • Lebih dari 1 juta mahasiswa dari seluruh dunia belajar di sini
  • Memiliki fakultas di berbagai bidang: syariah, kedokteran, teknik, farmasi, bahasa Arab
  • Perpustakaan Al-Azhar menyimpan lebih dari 100.000 manuskrip langka
  • Alumni tersebar di seluruh dunia, termasuk banyak ulama Nusantara
  • Gratis biaya kuliah — didanai oleh negara Mesir

Peran dalam Sejarah Islam

Al-Azhar telah menjadi pusat peradaban Islam selama berabad-abad:

  • Menjadi rujukan fatwa dan kajian keislaman global
  • Melahirkan ulama besar seperti Imam Al-Ghazali, Ibn Taimiyah, Muhammad Abduh
  • Menjadi tempat berkumpulnya pelajar dari Afrika, Asia, dan Eropa
  • Berperan penting dalam perlawanan terhadap penjajahan
  • Moderat dan menolak ekstremisme — menjadi suara Islam yang seimbang

Al-Azhar dan Indonesia

Hubungan Al-Azhar dengan Indonesia sangat erat. Banyak ulama besar Indonesia yang belajar di sini, seperti:

  • Hasyim Asy’ari (Pendiri NU)
  • Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah)
  • li>Hamka (Ulama dan sastrawan)

  • Buya Hamka (Menteri Agama RI)

Hingga saat ini, ribuan mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Al-Azhar setiap tahun. Banyak dari mereka yang menjadi ulama, dosen, dan pemimpin masyarakat setelah kembali ke Indonesia.

Kesimpulan

Masjid Al-Azhar adalah lebih dari sekadar tempat ibadah. Ia adalah living monument peradaban Islam, pusat keilmuan yang tak kenal henti, dan jembatan antar peradaban. Bagi jamaah Umroh Plus Mesir, mengunjungi Al-Azhar adalah kesempatan untuk merasakan denyut nadi dunia Islam yang telah berdetak selama lebih dari milenium.

Butuh bantuan trip Mesir? Konsultasikan perjalananmu sekarang!

📞 WhatsApp: 0821-1268-5085
🌐 Website: umrohplusmesir.my.id

Butuh Informasi Paket Umroh Sesuai Budget?

Konsultasikan kebutuhan ibadah Anda dengan tim kami. Gratis dan tanpa komitmen.

💬 Chat WhatsApp Sekarang
📢 Bagikan: 📘 Facebook